Sabtu, 27 April 2013

Klasifikasi DRPs (part 2)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas Kategori dari DRPs baca disini, hari ini kita akan menjelaskan tentang cara seorang Apoteker membuat Kriteria Penilaian unutk masing-masing Kategori DRPs.

1.    Indikasi yang Tidak Ditangani (Untreated Indication)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat : Adanya indikasi yang belum ditangani sebelumnya; Menambahkombinasi farmakoterapi untuk mencapai efek yang sinergi/potensial; Memenuhi kebutuhan akan obat untuk mencegah terjadinya sesuatu yan tidak diinginkan.
2.    Pilihan obat yang Kurang Teoat (Improper Drug Selection)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat ada nya masalah kesehatan, dimana obat yang digunakan tidak efektif. Terjadinya alergi terhadap obat; Menerima obat yang tidak efektif untuk indikasi yang telah diberikan; Adanya factor resiko terhadap kontraindikasi obat yang digunakan.
3.    Penggunaan Obat tanpa Indikasi (Drug Use Without Indication)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat : Tidak ada indikasi obat; Menggunakan bahan tambahan yang tidak diperlukan; Tidak ada pengobatan yang sesuai; Pengobatan yang berlebihan; Memberikan obat terhadap reaksi obat yang tidak dikehendaki.
4.    Dosis Sub-terapeutik (Sub-therapeutic Dosage)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat; Dosis obat yang digunakan pasien terlalu kecil; Waktu pemberian obat terlalu dekat; Penempatan obat yang tidak benar, sehingga menghilangkan  potensiasi obat; Administrasi obat yang tidak benar, hingga dosis yang sebenarnya diterima oleh pasien terlalu kecil.
5.    Overdosis (Overdosage)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Dosis obat yang digunakan pasien terlalu tinggi; Frekuensi pemberian obat yang tidak sesuai; Waktu pemakaian obat yang tidak sesuai.
6.    Reaksi obat yang Tidak Dikehendaki (Adverse Grud Reactions)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Pasien menerima suatu produk obat yang dinilai tidak aman; Terjadinya reaksi alergi terhadap obat tersebut; Penggunaan produk obat yang tidak benar menyebabkan terjadinya reaksi dan efek obat yang tidak dikehendaki.
7.    Interaksi obat (Drug Interactions)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Inter-aksi obat satu dengan obat yang lain; Interaksi obat dengan makanan; Interaksi obat dengan hasil laboratorium.
8.    Gagal Menerima Obat (Failure to receive mecication)

Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Tidak mendapatkan produk obat; Pasien tidak minum obat; Pasien tidak memenuhi aturan penggunaan obat.

Poin penting sebelum diadakan Penilaian terkait ada tidaknya DRPs, Apoteker harus menanyakan 4 pertanyaan awal pada setiap pasien yang diberi konsultasi untuk membuat keputusan tentang ada tidaknya DRPs (futter B and Burton S, 1998).

1.    Apakah terapi obat sesuai dengan indikasinya? Terapi obat dikatakan tidak sesuai, bila obat yang diberikan tidak sesuai dengan indikasinya atau pasien memerlukan terapi tambahan.
2.    Apakah terapi obat tersebut efektif? Terapi obat dikatakan tidak efektif, bila diberikan dengan obat yang salah atau dosis yang terlalu kecil.
3.    Apakah terapi obat tersebut aman? Terapi obat dikatakan tidak aman, bila pasien mengalami rekasi obat yang tidak diinginkan atau pasien mendapatkan obat dengan dosis terlalu tinggi.

4.    Apakah pasien mengikuti aturan penggunaan obat yang telah diresepkan?

Semoga Bermanfaat...


(diketik ulang dari buku Panduan Penggunaan Obat oleh Bapak Sahat Saragi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar