1. Indikasi yang Tidak Ditangani (Untreated Indication)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat : Adanya indikasi yang belum
ditangani sebelumnya; Menambahkombinasi farmakoterapi untuk mencapai efek yang
sinergi/potensial; Memenuhi kebutuhan akan obat untuk mencegah terjadinya
sesuatu yan tidak diinginkan.
2. Pilihan obat yang Kurang Teoat (Improper Drug Selection)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat ada nya masalah kesehatan,
dimana obat yang digunakan tidak efektif. Terjadinya alergi terhadap obat;
Menerima obat yang tidak efektif untuk indikasi yang telah diberikan; Adanya factor
resiko terhadap kontraindikasi obat yang digunakan.
3. Penggunaan Obat tanpa Indikasi (Drug Use Without Indication)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat : Tidak ada indikasi obat;
Menggunakan bahan tambahan yang tidak diperlukan; Tidak ada pengobatan yang
sesuai; Pengobatan yang berlebihan; Memberikan obat terhadap reaksi obat yang
tidak dikehendaki.
4. Dosis Sub-terapeutik (Sub-therapeutic Dosage)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat; Dosis obat yang digunakan
pasien terlalu kecil; Waktu pemberian obat terlalu dekat; Penempatan obat yang
tidak benar, sehingga menghilangkan
potensiasi obat; Administrasi obat yang tidak benar, hingga dosis yang
sebenarnya diterima oleh pasien terlalu kecil.
5. Overdosis (Overdosage)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Dosis obat yang digunakan
pasien terlalu tinggi; Frekuensi pemberian obat yang tidak sesuai; Waktu
pemakaian obat yang tidak sesuai.
6. Reaksi obat yang Tidak Dikehendaki (Adverse Grud Reactions)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Pasien menerima suatu produk
obat yang dinilai tidak aman; Terjadinya reaksi alergi terhadap obat tersebut;
Penggunaan produk obat yang tidak benar menyebabkan terjadinya reaksi dan efek
obat yang tidak dikehendaki.
7. Interaksi obat (Drug Interactions)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Inter-aksi obat satu dengan
obat yang lain; Interaksi obat dengan makanan; Interaksi obat dengan hasil
laboratorium.
8. Gagal Menerima Obat (Failure to receive mecication)
Hal
ini dapat diidentifikasi dengan melihat: Tidak mendapatkan produk obat; Pasien
tidak minum obat; Pasien tidak memenuhi aturan penggunaan obat.
Poin penting sebelum diadakan Penilaian terkait ada tidaknya DRPs, Apoteker harus menanyakan 4 pertanyaan awal pada setiap pasien yang diberi konsultasi untuk membuat keputusan tentang ada tidaknya DRPs (futter B and Burton S, 1998).
1.
Apakah terapi obat sesuai dengan indikasinya?
Terapi obat dikatakan tidak sesuai, bila obat yang diberikan tidak sesuai
dengan indikasinya atau pasien memerlukan terapi tambahan.
2.
Apakah terapi obat tersebut efektif? Terapi obat
dikatakan tidak efektif, bila diberikan dengan obat yang salah atau dosis yang
terlalu kecil.
3.
Apakah terapi obat tersebut aman? Terapi obat
dikatakan tidak aman, bila pasien mengalami rekasi obat yang tidak diinginkan
atau pasien mendapatkan obat dengan dosis terlalu tinggi.
4.
Apakah pasien mengikuti aturan penggunaan obat
yang telah diresepkan?
Semoga Bermanfaat...
(diketik ulang dari buku Panduan Penggunaan Obat oleh Bapak Sahat Saragi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar