Minggu, 29 September 2013

Diuretik Untuk Pengobatan Hipertensi

Hari ini kita akan bahas sedikit tentang Pengobatan Hipertensi dengan menggunakan Obat golongan Diuretik.. Disimak yah!!!

Apakah Hipertensi itu? Baca disini

Apakah Diuretik itu dan bagaimana cara kerjanya?

Yang dimaksud dengan Diuretik adalah zat yang dapat meningkatkan produksi air seni. Diuretik bekerja dengan cara membantu mengubah kelebihan air menjadi urine dan mengurangi kandungan garam dan membuangnya dari dalam tubuh. Peningkatan eliminasi urine menyebabkan berkurangnya vlume total sirkulasi darah sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah. Beberapa diuretik juga bias melebarkan pembuluh darah (vasodilatasi).

Bagaimana seharusnya saya menggunakan Diuretik?

Diuretik biasa digunakan per-oral 1 x sehari pada pagi hari. Jangan menggunakan diuretic pada malam hari, karena bias membuat Anda sering terbangun untuk sering buang air kecil’

Apakah ada Efek Sampingnya?

Diuretik dapat menimbulkan serangan gout akut pada pasien yang memiliki kecenderungan untuk gout, karena diuretik dapat meningkatkan kada asam urat dalam sirkulasi darah. Pada dosis yang berlebihan, diuretik dapat menyebabkan lemah, letih, kram dan abnormalitas kimiawi pada darah. Namun biasanya obat ini masih bias ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Obat-obat ini dapat menimbulkan eliminasi kalium yang berlebihan. Kalium merupakan unsure penting dalam tubuh karena berfungsi memberikan keseimbangan elektrolit tubuh. Dokter Anda dapat meresepkan suplemen kalium jika perlu.

Laporkan kepada dokter bila Anda :
  • ·     Mengalami efek yang tidak diinginkan selama pengobatan
  • ·     Terjadi kemerahan pada kulit yang mungkin disebabkan oleh diuretik.


Nama Sediaan yang beredar dipasaran :

Furosemide (Farsix, Impugan, Lasix, Fursix), Bendrofluazid (Corzid), Hidroklortiazid (Natrilix/-SR), Metolazon (Zaroxolin), Xipamid (Diurexan), Torasemid (Unat), Bumetanid (Burinex), Spironolakton, Manitol dan Asetazolamid.



(diketik ulang dari buku Panduan Penggunaan Obat oleh Bapak Sahat Saragi)

Rabu, 25 September 2013

Peran Konseling Dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat

Peran Apoteker yang utama adalah menjamin pasien menggunakan obat secara tepat dan benar, dengan melakukan kegiatan profesiional berupa konseling pasien (client) pada saat menyerahkan obat maupun dalam monitoring penggunaan obat pasien (WHO, 1998).
Konseling sebagai bagian dari Asuhan Kefarmasian bertujuan memberikan tambahan pengetahuan tentang obat dan pengobatan dengan harapan dapat memberikan pemahaman klien tentang peranan pada penyembuhan penyakitnya. Dengan demikian konseling obat kepada klien diharapkan memberikan perbahan perilaku dalam tujuan kepatuhan penggunaan obat.

Jumat, 20 September 2013

Seputar Hidrosefalus (part 2)

Dipostingan sebelumnya sudah dibahas tentang Definisi Hidrosefalus dan hari ini kita akan bahas tentang Gambaran Klinis atau Gejala Hidrosefalus... Disimak yah!!!

Gambaran Klinis
Gambaran klinis pada permulaan adalah pembesaran tengkorak yang disusul oleh gangguan neurologik akibat tekanan likuor yang meningkat yang menyebabkan hipotrofi otak.

Jumat, 06 September 2013

Seputar Hidrosefalus (part 1)

Hari ini aku akan bahas tentang salah satu penyakit yang diderita pasien anak di tempat aku PKPA bulan November-Desember 2012 yaitu Hidrosefalus. Sebenarnya seh materi tentang penyakit ini bukan aku yang nyari tapi salah satu teman dan aku hanya menuliskan kembali di blog ini. Langsung saja yah!!!

Definisi Hidrosefalus

Sabtu, 27 April 2013

Klasifikasi DRPs (part 2)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas Kategori dari DRPs baca disini, hari ini kita akan menjelaskan tentang cara seorang Apoteker membuat Kriteria Penilaian unutk masing-masing Kategori DRPs.

1.    Indikasi yang Tidak Ditangani (Untreated Indication)
Hal ini dapat diidentifikasi dengan melihat : Adanya indikasi yang belum ditangani sebelumnya; Menambahkombinasi farmakoterapi untuk mencapai efek yang sinergi/potensial; Memenuhi kebutuhan akan obat untuk mencegah terjadinya sesuatu yan tidak diinginkan.

Jumat, 21 Desember 2012

Klasifikasi DRPs

Klasifikasi DRPs (menurut ASCP, 2003) ada beberapa kategori, yaitu :
  1. Indikasi yang tidak ditangani (Untreated indication)Pasien mengalami suatu kesehatan yang memerlukan obat, tetapi pasien tidak menerima obat untuk kondisi tersebut.
  2. Pilihan obat yang kurang tepat (Improper Drug Selection)Kondisi kesehatan Pasien telah diberi obat yang salah, atau obat yang diberikan sesuai dengan keperluan pengobatan pasien.

Minggu, 16 Desember 2012

Apa itu DRPs ???

Sebagai anak farmasi pasti tau dong dengan DRPs itu apa? Nah disini akan dibahas dikit mengenai DRPs menurut Bapak Sahat Saragi (Lagi seneng baca buku beliau :D)

DRPs or Drug Related Problems merupakan bagian dari proses asuhan kefarmasian yang menggambarkan suatu keadaan, dimana seorang profesional menilai ketidaksesuaian pengobatan dalam mencapai terapi yang sesungguhnya. (Helper, 2003).