Peran Apoteker yang utama adalah menjamin pasien menggunakan
obat secara tepat dan benar, dengan melakukan kegiatan profesiional berupa
konseling pasien (client) pada saat
menyerahkan obat maupun dalam monitoring penggunaan obat pasien (WHO, 1998).
Konseling sebagai bagian dari Asuhan Kefarmasian bertujuan
memberikan tambahan pengetahuan tentang obat dan pengobatan dengan harapan
dapat memberikan pemahaman klien tentang peranan pada penyembuhan penyakitnya.
Dengan demikian konseling obat kepada klien diharapkan memberikan perbahan
perilaku dalam tujuan kepatuhan penggunaan obat.
Penerapan Konseling
dalam Asuhan Kefarmasian
Seorang Apoteker mempunyai MISI di masyarakat yaitu menyediakan
obat-obatan dan produk perawatan kesehatan lain serta melayani dan membantu
masyarakat untuk menggunakan produk dengan cara yang tepat dan benar.
Konseling yang dilakukan seorang Apoteker mempunyai tujuan
akhir, yakni memberi sumbangan yang sangat berarti bagi tujuan pengobatan,
yaitu kesembuhan pasien melalui kepatuhannya menggunakan obat sesuai dengan
nasehat yang diberikan.
Apoteker melakukan komunikasi pada saat penyerahan obat
dengan memberikan informasi terkait bagaimana cara penggunaan obat sehingga dimengerti
dengan baik.
Konseling merupakan aktivitas profesional yang menggunakan
pengetahuan dan tehnologi yang tidak dimiliki client atau yang menerima konseling. Dengan demikian konseling
adalah tindakan professional yang bertujuan membantu “clinet” menemukan dan menyelesaikan masalahnya.
Dalam tahapan konseling, pemberi konseling (counselor) melakukan aktivitas sesuai
dengan kompetensi keilmuannya untuk kepentingan “client”, meliputi rasa percaya diri, memampukan, member motivasi
serta pemahaman akan persoalan yang dihadapi agar “client” dapat mengatasi persoalan yang dihadapinya
Konseling Obat
Konseling obat ialah suatu proses untuk membantu pasien
memperbaiki masalah penggunaan pemilihan obat dalam rangka tujuan pengobatan
optimal.
Adapun tujuan konseling yaitu :
1. Mewujudkan
hubungan professional antara Apoteker dan Pasien
2. Mengenal dan
menyelesaikan masalah penggunaan obat
3. Mengumpulkan
informasi tentang cara dan tindakan pengambilan dan penggunaan obat (patient’s drug taking and drug use)
4. Membimbing,
mengarahkan dan memberikan pengetahuan kepada pasien tentang penggunaan obat
secara rasional (promote rational drug
use)
5. Meningkatkan
kualitas hidup pasien (patient’s quality
of life)
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam konseling :
1. Tanggung jawab
Apoteker menurut Undang-undang yang berlaku.
2. Jenis informasi
yang diberikan dan criteria pemilihan pasien.
3. Tindakan professional
yang diambil terkait dengan masalah pengobatan.
4. Hubungan dan
etika terhadap pasien dan tenaga kesehatan lain (dokter, perawat, sejawat).
5. Penilaian
terhadap keberhasilan konseling.
(diketik
ulang dari buku Panduan Penggunaan Obat oleh Bapak Sahat Saragi)
Iron-Stone - Titanium Tent stakes, Inc.
BalasHapusTitanium-Tet-Stays.com is a website that titanium jewelry allows you to build 2019 ford fusion hybrid titanium real titanium titanium astroneer tents with the best odds, colors, and micro touch titanium trim where to buy construction titanium jewelry piercing tools available at TI